a. PUISI “AKU INGIN...”
Inginku
Aku ingin menjadi bidadari
Yang terbang kesana kemari
Yang cantik dan selalu berhati baik
Yang selalu disenangi dan disayangi
Juga selalu diingat setiap orang
Tinggal di kayangan yang indah
Bersama dengan semua yang ada di sana
(22 Maret 2010)
Keinginanku
Aku ingin menjadi anak yang manis
Yang disayang ibu dan ayah
Yang tidak berbuat nakal
Dan menuruti nasehat mereka
Hingga mereka selalu tertawa
(27 Mei 2010)
b. PUISI TENTANG WARNA
Hijau
Hijau memukau
Hijau yang indah
Hijau seperti daun
Hijau adalah sawah yang terhampar luas
Hijau ketika aku merasa damai
(22 Maret 2010)
Hitam
Hitam yang gelap
Hitam yang menakutkan
Hitam seperti siang atau malam
Hitam adalah hatiku yang sedang bimbang
Putih adalah hatiku saat merasa riang
(27 Mei 2010)
c. PUISI PANCAINDRA
Terjatuh
Terjatuh terasa sangat sakit
Terjatuh terlihat oleh semua orang
Terjatuh berhubungan dengan aroma darah
Terjatuh diiringi ndengan suara teriakan
Terjatuh membuat lidah berasa hambar
(22 Maret 2010)
Keindahan Alam
Suasana gunung memunculkan aroma yang khas
Suasana gunung memberikan kesejukan
Suasana gunung terlihat menjulang tegak
Suasana gunung berasa di dekat gudukan es
Suasana gunung penuh dengan kicauan burung
(27 Mei 2010)
d. PUISI “JIKA AKU JADI”
Jika Aku Malaikat
Jika aku jadi malaikat
Akan kuputari seluruh isi jagat ini
Dan kubuat semua manusia menjadi baik
Akan ku bantu Tuhan sebaik-baiknya
Hingga dunia kan damai tanpa kerusuhan
(22 Maret 2010)
Jika Aku Semut
Jika aku semut
Aku akan membuat lubang yang besar di tanah
Dan aku akan menerobos bumi
Aku akan sesuka hati kemana saja
Dan memutari bumi dengan berjalan
(27 Mei 2010)
e. PUISI “DULU KUKIRA.../TETAPI KINI...”
Ternyata
Dulu kukira teman-temanku berseragam mewah
Tetapi kini biasa-biasa saja
Dulu kukira guru membimbing dengan ramah
Tetapi kini ternyata sosok guru menakutkan
Dulu kukira tugas sekolah tidak banyak
Tetapi kini banyak dan bermacam-macam
(22 Maret 2010)
Tak Sama
Dulu kukira gajah itu kecil
Tetapi kini setelah kulihat ternyata sangat besar
Dulu kukira badanku akan tetap kecil
Tetapi kini bisa tumbuh menjadi besar
Dulu kukira monster itu ada
Tetapi ternyata hanya dongeng
Dulu kukira rumahku paling besar
Tetapi ternyata banyak rumah lain yang lebih besar
(27 Mei 2010)
f. PUISI KEBOHONGAN
Bunga Seribu Nyawa
Aku adalah bunga yang tak pernah mati
Tumbuh tanpa tanah untuk hidup
Tumbuh subur tanpa siraman air
Berdaunmerah dengan dahan dan rantingnya
Mati jika terkena cahaya matahari
Kuat dan tetap tegak diterjang apapun
(22 Maret 2010)
Rumah Hantu
Rumahku adalah sarang hantu
Semuanya ada di dalam rumah
Makanan hantu itu adalah nasi dan ayam goreng
Hantu-hantu di rumahku sangat jinak
Hantu itu berkakaki seribu
Aku tak takut karena hantu sahabatku
Selalu ku ajak bermain
Hanya aku yang bisa melihat hantu itu
(27 Mei 2010)
g. PUISI “....ADALAH...”
Kebahagiaanku
Gembira adalah saat aku bersama keluargaku
Kebahagiaan adalah bercanda tawa dengan temanku
Kebahagiaan adalah dimana mereka selalu ada disisiku
Kebahagiaan adalah saat aku memiliki mereka semua
Kebahagiaan adalah kebersamaan
(22 Maret 2010)
Sakit
Sakit adalah saat kaki tertusuk duri
Sakit adalah saat ibu mencubit tanganku
Sakit adalah saat badan tak merasa sehat
Sakit adalah saat disuntik jarum suntik
Sakit adalah saat kaki terkena knalpot
(27 Mei 2010)
PUISI-PUISI SUKU KATA
1. PUISI HAIKU
Hujan menitik
Membasahi tanahku
Menjadi basah
(22 Maret 2010)
Udara panas
Menyapu daerahku
Membuat sesak
(27 Mei 2010)
2. PUISI TANKA
Sinar menyengat
Debupun berhamburan
Tanah mengering
Bunga enggan bersemi
Karena musim panas
(22 maret 2010)
Udara dingin
Berhembus dengan kencang
Daunpun gugur
Jalan-jalan tertutup
Tertutup es yang tebal
(27 Mei 2010)
3. PUISI SINKUAIN
Larva
Panas, membara
Membakar, menghanguskan, memusnahkan
Ternganga mulut saat kulihat
Magma
(22 Maret 2010)
Halilintar
Bergemuruh, Berkilat
Menghanguskan, merusak, menyambar
Jantung berhenti berdetak saat mendengar
Guntur
(27 Mei 2010)
4. PUISI DIAMANTE
LAUT
luas, gelombang
mengombak, mendebur, mengikis
batu karang, gurami, batu kali, kecebong
mengalir, menenangkan, memercik
sempit, tenang
SUNGAI
(22 Maret 2010)
BADAI
Dahsyat, Besar
Menggulung, Merusak, Menerjang
Perkotaan, Perhutanan ,Dedaunan, Pepohonan
Berhembus, Menyejukkan, Mengeringkan
Sepoi-sepoi, Tenang
ANGIN
(27 Mei 2010)
PUISI-PUISI BERSAJAK
1. PANTUN
Pagi-pagi membeli roti
Tidak lupa bawa uang
Bila ada diriku di sini
Tak boleh rasa bimbang
(22 maret 2010)
Susah payah pergi ke Cina
Membawa tas dan juga baju
Kalulah kamu ada rasa cinta
Segeralah katakan I love U
(27 Mei 2010)
2. LIMERIK
Aku punya teman Tina namanya
Bila kubutuhkan dia selalu ada
Tak pernah sedih
Dan baik hati
Senang mempunyai teman seperti dia
(22 maret 2010)
Ada seekor kucing Kitti namanya
Bila kupanggil cepat datanglah dia
Berjalan kesana kemari
Menengok kanan dan kiri
Senang punya piaraan seperti dia
(27 Mei 2010)
3. KLERIYO
Gita Guttawa
Penyanyi cilik yang tenar
Wajahnya sangat cantik
Banyak orang yang melirik
(22 maret 2010)
Ayah
Bekerja keras pantang menyerah
Tidak ada kata putus asa
Hingga datang hasil yang istimewa
(27 Mei 2010)
Komentar
Posting Komentar