Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2010

Coretan Lewat Tengah Malam

Sekarang sudah jam 01:39. Tapi raga ini belum juga mau terlelap. Menunggu dia yang ada di sana. Berharap menelepon dan kudengar suaranya dan dia mengucapkan selamat tidur sebelum sebelum akhirnya kudapat memejamkan mata dan tertidur. Tapi sepertinya penantianku ini sia-sia. Dia mengirim sms dan dalam sms itu berisi bahwa dia sedang sibuk dengan temannya membicarakan masalah penting. Ya sudah kan kucoba memejamkan mata ini tanpa mendengar suaranya dan ucapan selamat tidur darinya. Selamat tidur, semoga mimpi indah. Kata yang akhirnya kuucapkan sendiri pada diriku dengan menutupkan selimut pada tubuhku yang sudah lelah seharian melakukan rutinitas.......

RESENSI “MITOS KENTUT SEMAR”

JERITAN RACHMAT DJOKO PRADOPO Judul Antologi : Mitos Kentut Semar Nama pengarang : Rachmat Djoko Pradopo Tebal buku : 156 hlm Cetakan : ke-1 Tahun terbit : Juli 2006 Nama penerbit : Pustaka Pelajar Kota terbit :Yogyakarta Peresensi : Siti Nurhasanah Biografi: Rachmat Djoko Pradopo lahir di Klaten 3 November 1939. Umur 69 tahun. Tamat SD, SMP, (1955) di Klaten, SMA A2 (1958) di Yogyakarta. Tamat Sarjana Sastra Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM (1965), Penataran Sastra yang diselenggarakan Pusat Bahasa Jakarta kerja sama dengan ILDEP (1978), studi sastra di Rijksuniversiteit di Leiden, Netherland (1980-1981), kuliah kerja di School of Oriental and African Studies (SOAS), London (1981), Lulus Program Doktor (S3) Ilmu Sastra UGM (1989). Dia menjadi dosen tetap di Fakultas Sastra dan Kebudayaan (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) (Januari 1967 - Desember 2004). Hingga kini, dia masih memberikan kuliah bidang studi sastra (Kritik Sastra dan Stilistika) sebagai profesor...

ALISISIS PIRANTI KOHESI GRAMATIKAL DARI BEBERAPA NOVEL

Dari beberapa teks di bawah dapat kita analisis penggunaan piranti kohesi gramatikalnya sebagai berikut: 1. (1) Bayouni memiliki dua buah kamar dalam flat disebuah gang yang sempit. (2) Memiliki pemandangan ke arah pasar ikan. (3) Saya harus menyapu dan membersihkan kamar-kamar itu, membeli ikan dari pasar di bawah rumah kami, atau seekor kelinci, atau daging dan memasak untuknya. (4) Dia bekerja sepanjang hari di warung kopi tanpa makan, dan apabila dia pulang pada petang harinya, dia akan makan dengan lahap, dan kemudian pergi tidur di kamarnya. (5) Saya biasa tidur di kamar sebelah, di lantai, di atas sebuah kasur. (Nawal el-Saadawi, Perempuan di Titik Nol, hal. 68) Dalam kalimat (2) terdapat satu piranti penanda kohesi pronomina demonstratif jauh ke arah mengacu secara katafora terhadap anteseden pasar ikan pada kalimat (2). Dalam kalimat (3) terdapat dua macam piranti kohesi, yaitu (a) pronomina demonstratif jauh itu mengacu secara anafora terhadap anteseden dua buah kamar ...

PHOTO BERSAMA TEMAN-TEMANKU

LIA, FRISKA, MBAL LIA, & ME (temen kost) Dari kiri: MISS DANY, MISS VYNA, ME, MISS NADIA & MISS IMA(temen les bahasa Inggris) FRISKA (temen kost)  & ME Dari kiri: ME & HERLIA (temen kost) APRIL, ME, IRMA, & NINIK (temen kampus) Dari kiri: RATNA, ME, RIA, NINIK. TATA', SARI, EVA, & NOSSA (temen campus) Dari kiri: ZAQI, RISKA, DIKE, ME & NINIK (temen Pelangi) (temen SMP & SMA) ME & VANIA (sahabat di campus) ME & NUR (temen Pelangi) Dari kiri: NOVA, FITRI, EKA, & ME (temen campus) Dari kiri: NIA, NENI, ALFIN, & ME   Dari kiri: OCHI, ME, PUTERI, RATNA, NINIK, FUTTI, & APRIL (temen kampus) ME, LIA, & FRISKA (temen kost) ME & SARI (temen kampus) Dari kiri: AMEL, SNOPI,ME & NENE  (temen mig33) TEMEN MIG33 PTU WIJAYA & ME (asli loch)

PUISI ANAK-ANAK

a. PUISI “AKU INGIN...” Inginku Aku ingin menjadi bidadari Yang terbang kesana kemari Yang cantik dan selalu berhati baik Yang selalu disenangi dan disayangi Juga selalu diingat setiap orang Tinggal di kayangan yang indah Bersama dengan semua yang ada di sana (22 Maret 2010) Keinginanku Aku ingin menjadi anak yang manis Yang disayang ibu dan ayah Yang tidak berbuat nakal Dan menuruti nasehat mereka Hingga mereka selalu tertawa (27 Mei 2010) b. PUISI TENTANG WARNA Hijau Hijau memukau Hijau yang indah Hijau seperti daun Hijau adalah sawah yang terhampar luas Hijau ketika aku merasa damai (22 Maret 2010) Hitam Hitam yang gelap Hitam yang menakutkan Hitam seperti siang atau malam Hitam adalah hatiku yang sedang bimbang Putih adalah hatiku saat merasa riang (27 Mei 2010) c. PUISI PANCAINDRA Terjatuh Terjatuh terasa sangat sakit Terjatuh terlihat oleh semua orang Terjatuh berhubungan dengan aroma darah Terjatuh diiringi ndengan suara te...

Enam Warisan Kecantikan dari Ibu

Sebagai orang terdekat, ibu sering memiliki tips perawatan yang efektif menjaga kecantikan Sabtu, 8 Mei 2010, 07:48 WIB Petti Lubis, Anda Nurlaila VIVAnews - Banyak tips kecantikan yang ada di sekitar kita. Sebagai orang terdekat, ibu sering memiliki rahasia perawatan tubuh dan kulit yang efektif menjaga kecantikan. Simak tips kecantikan dari para ibu seperti dikutip dari Shine. 1. Cuka sari apel untuk rambut Cuka sari apel akan melindungi rambut dan membuatnya berkilau. Tuangkan setengah cangkir cuka apel pada rambut basah, hati-hati agar jangan sampai terkena mata. Kemudian pijat kulit, tambahkan sampo, dan pijat lagi. Kemudian bilas dan keringkan. 2. Perhatikan penampilan pakaian Selalu perhatikan penampilan saat keluar rumah, jangan berpakaian asal-asalan. Karena Anda tidak pernah tahu kapan kesempatan datang menghampiri. Jangan memakai kaos terlalu longgar atau pakaian yang terlalu ketat. Selalu kenakan pakaian yang bersih. 3. Selalu memakai pelembab dan tertawa Selal...

Fotoku "Mbolang di tepi sungai Brantas"

ANALISIS LATAR SOSIAL BUDAYA DALAM NOVEL DAERAH SALJU KARYA KAWABATA YASUNARI DITERJEMAHKAN DARI YUKIGUMI OLEH MATSUOKA KUNIO DAN AJIB ROSIDI

A.       SINOPSIS             Novel Daerah Salju karya Kawabata Yasunari diterjemahkan dari Yukigumi oleh Matsuoka Kunio dan Ajib Rosidi ini, menceritakan tentang lika-liku kehidupan yang ada di Jepang khususnya di penginapan di daerah pegunungan yang terdapat geisha atau wanita penghiburnya. Cerita ini berawal dari sebuah perjalanan di dalam kereta menuju ke penginapan di daerah pegunungan. Shimamura dan Yoko bersama kawannya setengah jam kemudian tiba di stasiun yang sama. Setelah itu Shimamura langsung menuju ke penginapan, dan di sana ia disambut oleh geisha. Rupanya ia sudah akrab dengan keadaan di sana dan sudah mengenal beberapa geisha yang ada di sana.  Keesokan harinya, datanglah seorang wanita ke kamar Shimamura.  Mereka bercakap-cakap dan mulai merasakan adanya rasa persahabatan di antara keduanya. Mereka membicarakan tentang tarian-tarian bara...

Para Ahli Astronomi Temukan Lubang Hitam Baru

Washington (ANTARA/Reuters) - Satu ledakan bintang pada 30 tahun yang lalu di dekat galaksi diduga menciptakan lubang hitam baru, demikian laporan para ahli astronomi, Senin. Pengamatan yang dilakukan melalui sinar infra mengatakan supernova yang dijuluki SN 1979C merupakan lubang hitam yang sedang terbentuk, ujar sebuah regu ahli astronomi yang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa. "Jika perkiraan kami benar, itu merupakan contoh terdekat bagi pengamatan penciptaan sebuah lubang hitam," ujar seorang ahli Astrofisika dari Harvard-Smithsonian Center di Massachusetts, Daniel Patnaude, yang memimpin penelitian itu. Seorang ahli astronomi amatir dari Maryland, Gus Johnson, menemukan supernova pada 1979 di tepi sebuah galaksi yang bernama M100, kemudian para ahli astronomi lain meneliti hal tersebut setelah penemuannya. Cahaya dan sinar infra dari pecahan telah memakan waktu selama 50 juta tahun untuk menuju ke bumi dengan kecepatan caha...

Kenangan Seputung Rokok

             Gadis belia itu terburu-buru berlari menuju stasiun. Nafasnya terengah-engah ketika memasuki gerbang stasiun kecil itu. Sinar panas matahari menyinari, hingga keringatnya bercucuran di sekitar wajahnya. Sedari tadi terkena panas dan ia berjalan cepat dari kendaraan umum yang baru saja ia naiki dan berjalan kurang lebih 300 meter. Lega pikirnya, karena tidak terlambat. Matanya yang bulat dan indah itu semakin membulat saat melihat antrian panjang di hadapannya, antrian orang yang berdesak-desakan yang sama-sama ingin segera mendapatkan tiket pada siang itu.             Perlahan dia menyusup pada ekor antrian dan maju langkah demi langkah hingga akhirnya dia berada di depan loket tepat. “Satu Pak, jurusan Blitar.” sambil mengulurkan uang lima ribuan. Petugas tiket itu menyerahkan tiket dan kembalian uang seribu lima ratus rupiah. Lalu ia berlalu...