Ada kalanya aku hilang akal dan berfikiran bodoh. Bodoh sekali. Bayangkan saja betapa tidak bodoh jika sudah tahu tidak ada yang harus diperjuangkan kembali, namun masih saja aku ingin menulis pesan kepada dia yang sudah tidak lagi peduli denganku.
Aku menulis ini saat terbersit ingatnanku dengannya, saat kangen dengannya.
"Hai Lego Prasetyo bagaimana kabarmu? rasanya sudah aneh sekali menyapamu. kuharap kamu masih ingat denganku. terserah padamu sebagai apa sajalah. kurasa kamu tidak melupakan masalah kita bukan? atau memang kamu sudah melupakannya? begitukah? memang seperti itulah harapanmu. dan selamat ya kamu berhasil. aku hanya ingin itikat baik kamu menyikapi masalah yang terakhir antara kita. pertemuan terakhir kemarin apa ya maksudnya? tolong dijelaskan! tidak ada penyelesaian sama sekali. saya minta kamu untuk menyelesaikannya dengan cara yang baik. aku ingin mendengar secara langsung di depan mataku mau kamu apa. dan diselesaikan saat itu +uga. putus? oke putus apa susahnya. itu kan yang kamu mau. kita akan benar-benar putus setelah tidak ada urusan yang dipermasalahkan. dan saya meminta dengan hormat masalah ini segera diselesaikan.saya harap masalah ini tidak akan merubah awal yang baik menjadi akhir yang buruk. terima kasih saudara lego prasetyo saya tunggu kabar ya segera."
Aneh rasanya saat aku membaca ulang sms yang siap kukirim untuknya. Hahaha.. Bisa-bisanya pikirku..
Kini aku hanya bisa berdoa semoga terbaik untuk kita berdua, dilancarkan rezekinya, dipertemukan dengan situasi yang baik seperti awal bertemu jika ada kesempatan, dan semoga dia selalu tersenyum untuk setiap kebahagian dan kebebasannya dalam menentukan pilihan. Amin.
Komentar
Posting Komentar