Cerita ini dimulai pagi hari saat aku berada di meja guru. 1 November 2012. Aku asik mempelajari aturan main bulu tangkis (badminton) karena ada pertandingan antar sekolah se-SMA kota Malang. Aku diajak guru olah raga. Oke aku jadi semangat untuk ikut.
Saat asyik melihat dan membaca di laptop, tiba-tiba yang bernama Bu Rose muncul di depanku dan menanyakan seperti ini: "Mana meja Bu Indri?", sambil membawa kaos olah raga berwarna merah. Aku diam saja karena tercengang dan bingung. Jujur saja juga karena tidak tau yang mana yang bernama Bu Indri. "Ehhhmm Bu Indri Bahasa Indonesiakah Bu?", tanyaku pelan dengan wajah datar. "Bukan, yang satunya.", karena tidak sabar menunggu jawabanku beliau langsung tanya ke guru lain. "Di mana Bu tempat duduknya Bu Indri bahasa asing?", lalu guru lain menjawab di belakang mejaku.
"Akh.. kamu ya... sayang sekali kalau kamu di sini tapi tidak tahu nama guru-guru yang ada di sini, tetanggaan lagi.", sambil berkacak pinggang dan marah-marah. Tentu saja aku langsung diam merasa malu. Tapi ternyata tempat duduk bu Indri bahasa asing bukan di belakangku. Melainkan di belakangku terhalang satu kursi. "Ya pantas saja tidak kenal, aku datang guru itu juga tidak pernah ada di mejanya. Bagaimana aku harus menyapa atau mengenalnya.", ucapku dalam hati bernada protes.
Belum seberapa, ternyata itu berlanjut sampai saat pertandingan badminton. jadwal mengatakan tim ganda dari SMAN 4 Malang main pada jam 18.00 WIB. Ternyata molor sampai jam 8 malam. Yaaahh... ternyata tim kami kalah. Ibu Rose tambah geram rasanya denganku.. IIhhhh... sebel dech.... keeseokan harinya ku jadi takut berangkat ke sekolah. Apalagi bertemu yang namanya Ibu Rose. Hmmm... benar-benar pengapesanku hari itu. >.<

Komentar
Posting Komentar