Langsung ke konten utama

In memorial


Mas Budi sayang, hari ini dua hari kamu pergi ke pangkuan Yang Maha Kuasa. Aku masih ingat, kemarin aku melihatmu tertidur di dalam peti. Aku tak bisa melihat wajahmu untuk terakhir kali. Hatiku lebih tercabik saat melihat dua kembar mayang diletakkan disampingmu. Aku mau marah, tapi aku tak tahu harus marah pada siapa??

Badanku lemas sayang, aku tertatih berjalan mengantarmu ke liang lahat. Doa kupanjatkan sebisaku, mengikuti bimbingan doa yang terucap. Semoga kamu tenang di alam sana. Sungguh, aku rela, hanya saja butuh waktu untuk itu. Jangan cemaskan aku.

Hari ini aku ke kelurahanmu, bukan mengurus surat keperluan untuk kita. Tetapi hanya suratmu saja. Meski berat aku tetap melangkah ke ruangan itu.

Petugas itu menanyakan keperluanku datang dan dengan berat hati aku harus menjawab bahwa aku mau mencari surat keterangan meninggal dan surat belum menikah atas namamu.

Di rumah sakit, aku juga mondar mandir mencari surat keterangan untukmu, surat keterangan... "kematian". Aku terkoyak, aku belum bisa menerima kenyataan ini sayang, maafkan aku. Di jalanan, aku selalu bertemu dengan truk tabung gas elpiji yang tentu saja aku langsung ingat padamu. Ingat saat kamu memakai seragammu, seragam yang penuh dengan tinta. Kacamata las yang kamu pakai di atas kepala. Aku benar-benar rindu membelai rambutmu. Aku harus bagaimana??

Tempat-tempat yang pernah kita datangi semakin membuatku kesal sayang... Andai aku bisa, aku akan mengubah seluruh tempat itu menjadi tempat yang tak bisa aku kenali. Tapi.. itu hanya andai-andai..

Aku berlagak sabar.. Tapi tenang sayang, jangan mencemaskan aku. Aku pernah bilang, jika aku sudah terbiasa sendiri sebelum bertemu denganmu. Dan memang, kau pun meninggalkanku tanpa meninggalkan kata terakhirmu.

Aku tahu kau tak ingin aku semakin berat meninggslkanmu. Tapi, aku merasa semua yang aku lihat disana juga ada bayang senyum manismu. Entahlah.. Aku benar-benar tak tahu harus bagaimana untuk menjalani hari-hariku ke depan tanpa dirimu. Sungguh, sedikit pun tak pernah terbayang di benakku.

Aku tak ingin memmbuatmu bersedih, sungguh... aku hanya butuh waktu untuk menerima hal ini.. Kau tentu tau kan.. Bahwa aku adalah wanita perkasa. Ya.. Seperti yang selalu kau katakan saat meledekku.. Aku merindumu..

Ini adalah caraku berbincang denganmu.. Aku masih merasa kamu ada di sampingku.. Saat aku sedih, aku takut engkau semakin sedih di sana.

Hari ini, aku ke rumahmu dengan teman-temanmu, kamu pasti senang karena banyak orang yang peduli dengan kita, bersimpati dengan kita..

Akh... Aku semakin berpikir yang tidak-tidak.. Aku teringat dengan rencana indah kita. Banyak rencana indah yang sudah kita susun sedemikian rupa.

Bukan hanya kita, tetapi kedua orang tua kita dan saudara-saudara kita juga pasti sangat sedih jika mengingat kisah kita. Tapi tak mengapa sayang.. Aku tahu di sana kamu lebih bahagia, bukankah begitu??? Aku tak boleh egois, aku harus bahagia jika kamu sudah bahagia di pangkuan sang khalik. Amin...

Ini rasa yang kurasakan hari ini. Maaf aku belum bisa menyumbat tetesan air mata yang kadang mengalir menbasahi pipi. Semua butuh waktu, seperti membutuhkan waktu untuk mulai menyayangimu. Sampai, sayang ini tak terbendung lagi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suka Duka dalam Rumah Tangga

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,  Hallloooo... selamat tahun baru 2021 semuanyaa.. semoga segala sesuatunya akan lebih baik daripada tahun sebelumnya.  Sudah 3 tahun blog ini tidak pernah terisi karena yang punya malas akut buat nulis.. Selama 3 tahun itu banyak kisah yang terlewati, baik suka maupun duka. Apa kabar buah si dedek yang kami?? Alhamdulillah dedek yang kita nanti sudah lahir, cowok... sekarang usianya 3 tahun lebih 2 bulan. Sudah aktif sekali tidak bisa diam. Bisa dibilang hiperaktif😂 Sudah 5 tahun berlalu semenjak pernikahan ini, dan cobaan pun melanda. Yang dikatakan orang dalam usia pernikahan 5 tahun pertama, rumah tangga akan diuji. Dannn itu pun terjadi pada kami... Doain ya semoga kami bisa melewatinya dan akan tetap menjadi keluarga yang solid. Aamiin. Intinya pihak ketiga datang saat kami dalam keadaan jenuh...  Salah satu apk telah membuat candu untuk selalu berselancar dalam dunia halu. Hingga akhirnya aku dan suami bertengkar he...

JOGJA, TERUKIR CERITA SAATKU BERSAMAMU

"Monggo Pak" sapa Intan dengan sopan kepada bapak satpam di hotel itu. Lalu ia menuju pintu keluar menuju ke pinggir jalan dan menengok ke arah jalan. Rupanya ia mencari seseorang yang sudah berjanjian dengannya untuk bertemu. Ia melayangkan pandang ke seluruh arah jalan yang ada di depannya, hingga ia menemukan seorang pria yang sedang asyik duduk di atas sepeda motornya dengan memainkan hpnya. Karena belum yakin dengan dugaannya, Intan memandangnya lama dengan harapan pria itu melambaikan tangannya. Dan benar sekali pria itu segera melambaikan tangannya dan menganggukkan kepalanya. Intan pun segera menghampirinya. Sesaat mereka berdua saling pandang dan tersenyum kemudian bersalaman. "Ehmm.. udah lama ya Mas nunggunya? Maaf tadi masih nunggu teman sekamar." Intan mengawali obrolan dengan rasa malu. "Iya ndak papa Mbak. Loh kamu ini ada acara apa to di hotel ini? Kok sampek lama seminggu. Itu acaranya ngapain aja?" Pria yang bernama Zaki itu bertanya deng...

Esai Gunung Kemukus

                            PUNCAK GUNUNG KEMUKUS YANG PENUH CERITA                                                              Oleh Siti Nurhasanah                    Mencengangkan bagi yang belum pernah mengetahuinya. Ada suatu kebudayaan yang aneh dan tidak wajar tetapi membudaya yang ditulis dalam cerpen yang berjudul Kembang Kemukus karya Karkono Supadi Putra. Budaya ini berasal dari Obyek Wisata Gunung Kemukus terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Ka...