Langsung ke konten utama

Nice Moment

....................................................... Ali <+628578538****> bru ja rda,, cni mlh deres banget hujne,,, maaf,,kira2x q tlp pyn blh gk,,klu blh q tlp,klu gk blh ya gk jdi,, Hehehehe 21:35, 22 Mar 2013 Iya blh… 21:46, 22 Mar 2013 *** Beberapa menit kemudian hand phone-ku berbunyi. Aku hanya melihatnya beberapa saat dan segera mengangkatnya. “Hallo, Assalmualaikum.” Suaranya malam ini untuk pertama kalinya aku dengarkan. Aku segera membalas salamnya. “Waalaikumsaaalaam…” Aku terbata dengan rasa bercampur aduk terhadapnya. Ya pastinya aku masih bertanya-tanya tentang jati dirinya yang sebenarnya. Dia memperkenalkan diri seolah-olah kita baru pertama kali bercakap-cakap. Tapi sebenarnya beberapa hari sebelumnya, sekitar satu minggu sebelumnya perkenalan dingin kami dimulai. Tiba-tiba ada sebuah pesan dari nomor tak dikenal masuk dalam layar HP. Aku ragu-ragu membukanya karena ini bukan hal pertama kali nomor iseng yang tak bertanggung jawab seenaknya sendiri mengusik ketenanganku. Sontak aku pun langsung menaruh kembali HPku dan melakukan aktifitas ku. Lalu nomor yang tadi lagi-lagi mengirim pesan. Karena penasaran aku pun membalasnya. Dengan ketikan yang jutek ala diriku tentunya. Ya maklumlah secara banyak banget nomor-nomor tidak jelas sering masuk bikin pusing saja. Ndak tau kenapa ya, bermodal penasaran, tiba-tiba aku menanggapinya. Meski dalam hati masih penasaran banget sama ini orang. Bener ndak ya dia ini bukan salah satu orang yang pengen ngerjain aku? Huuuhh… capek deh! Selalu saja ndak bisa nahan diri buat ndak ngobrol sama orang yang baru dikenal. Buktinya berawal dari saling bertanya lewat pesan singkat, akhirnya sampai seperti malam ini kita ngobrol via telephone. Kaget sumpah! Ini yang dinamakan dunia tak selebar daun kelor. Bermula dari obrolan kita ini kita membahas cerita sekitar enam tahun silam yang kualami ketika aku masih di bangku SMA. Aku tak menyangka bahwa cowok yang aku ajak ngobrol ini ternyata adalah kakak dari teman baikku yang aku kenal enam tahun silam. “Yakin Mas?” tanyaku meyakinkan diri tentang apa yang dikatakan barusan padaku. Dia menjawab bahkan pakai sumpah segala untuk meyakinkanku atas apa yang baru saja ia ucapkan. Akhirnya aku menceritakan awal mula aku berkenalan dengan adiknya di sebuah bendungan. Bendungan ini bernama Bendungan Wlingi Raya, terletak di daerah Desa Jegu yang berbatasan dengan desa Tumpang. Sehingga bendungan ini juga dikenal juga oleh sebagian orang dengan sebutan bendungan Jegu. *** Masih teringat jelas kejadian lucu itu. Aku bersama kedua temanku sepermainan yang bernama Dwi dan Fitri yang saat itu ingin mengitari taman yang berada di kawasan bendungan tersebut. Kami tidak beruntung karena jalan berpaving yang kami lewati ternyata buntu. Tertutup oleh lumpur dengan jembatan dari kayu yang hanya diletakkan begitu saja. Kedua temanku lebih dulu mengecek keadaan jalan di depan. “Bisa kok. Ayo! Cepat maju saja tapi hati-hati jalannya berbahaya.” Kata Dwi dengan yakin bahwa kami bisa melewatinya. Aku ragu dan takut jikalau aku terpeleset saat melintasi jembatan kecil tersebut. Dari kejauhan ternyata ada dua pasang mata yang memperhatikan kami. Terang saja ada yang melihat, kami berteriak-teriak histeris waktu itu. Mereka tanpa kami sadari sudah berada di dekat jalan berpaving. “Ada yang bisa kami bantu Mbak” mereka menawarkan diri untuk membantu kami. Aku pun sedikit takut sebenarnya untuk bilang iya. Habisnya orang baru sih. Parno dikit pikirannya ya wajar donk..? :-D “Hmm.. endak Mas ini sudah bisa kok.” Jawabku sambil nyengir dan mencoba mengarahkan sepeda motorku pada jembatan berlumpur tersebut. Nah loh akhirnya aku ndak berhasil melewati jembatan tersebut dan memanggil kedua cowok tadi. Tengsin banget hhahahaa…. “Nah kan Mbak dari tadi saya bantuin ndak mau.” Aku diam sambil nyengir kuda sambil mendengarkan salah satu dari mereka berceloteh dan akhirnya kami bersalaman, berkenalan, ngobrol sebentar lalu kami segera pulang karena saat itu juga sudah sore. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih. Beberapa lama kemudian ada temanku sekelas yang bernama Novita tiba-tiba mendektiku dan bertanya apakah mengenal seorang cowok bernama Nafid? Aku berpikir sejenak sebelum mengiyakan. Ternyata yang dimaksud adalah cowok yang menolongku dan teman-temanku sewaktu terjebak di taman bendungan Jegu. Dia menceritakan bahwa Nafid adalah tetangganya dan cowok yang bersama Nafid saat itu bernama Anang. Selang beberapa bulan akhirnya kami bertemu dalam sebuah acara musik underground yang diadakan di balai desa Selopuro. Lumayan jauh dari rumahku. Sekitar 20 menit jika ditempuh dengan motor. Baru kali itu aku mengikuti acara music, underground pula. Weleeehhh.. Semenjak itu kami semakin akrab dan Nafid akhirnya menjadi temanku. Karena itu ia tak malu lagi curhat padaku tentang seorang cewek. Dia mengaakan bahwa dia telah menyukai temanku sekelas yang bernama Novita. Aku saat itu hanya diam mendengarkan curhatnya dan pelan-pelan mencarikan jalan supaya mereka bisa dekat. Yaa.. bisa disebut baygon lah istilahnya waktu itu. Namun tak sesuai harapan, Segunung cinta dari temanku ditolak oleh Novita. Hingga akhirnya dia lebih sering cerita dan mengeluh kepadaku. Yang aku ingat saat itu temanku suka sekali menuliskan puisi dan dikirimkan kepadaku. Kami pun berbalas pesan singkat dengan kata-kata yang puitis. Tak aku sadari dia bepindah haluan kepadaku. Aku terperanjat saat dia mengatakan hal tersebut. Entah itu hanya sebatas ucapan atau memang benar adanya. “Tidak mungkin!” kataku saat mendengar suaranya lewat sambungan telepon. Aku benar-benar tak menduganya. Aku merasa bingung, harus senang ataukah marah. Tanpa aku sadari aku juga menyukainya. Tapi aku juga tak mungkin dengannya. Dia menyukai temanku, dan bukan aku. Aku hanya sebagai pelampisan. Aku yakin itu. Sehingga aku mengatakan tidak dengan halus kepadanya agar ia tak tersinggung. Padahal sebenarnya dalam hati aku sangat berharap dan ingin mengatakan “iya aku mau menjdi pacarmu.” Semenjak itu lama-kelamaan aku semakin menjauh. Waktu berlalu, aku sudah lulus sekolah dari bangku SMA dan berniat untuk melanjutkan di peguruan tinggi yang ada di kota Malang. Semenjak itu kami tak pernah bertemu dan berkomunikasi. Setahun kemudian kami bertemu di akun sosial yaitu Face Book. Kami mulai ngobrol kembali dan bertukar nomor telepon. Kami saling menanyakan kabar selayaknya teman lama yang sudah lama tak bertemu. Terakhir kali kami berkomunikasi, ia mengatakan akan menikah, dan aku mengucapkan turut berbahagia mendengar kabar tersebut. Kini di tahun 2013 dia sudah mempunyai seorang anak laki-laki lucu yang mirip seperti dia. *** Saat ini kami masih berkomunikasi dengan baik, juga dengan satu temannya yang bernama Anang. Kini mereka mempunyai jalan masing-masing untuk menapaki kisah kehidupan mereka. Begitu juga dengan aku. Sekali waktu ia pernah main ke rumahku dan membelikan adikku sebuah tas berwarna merah muda bermotif kotak-kotak serta boneka dolpin kecil berwarna merah muda sebagai hadiah karena adikku mendapat rangking satu. Aku hanya tersenyum melihat kebaikannya. Sekarang kami seperti saudara. Adikku yang ia sebut dengan peri kecil, juga dianggapnya seperti adiknya sendiri. Dia terkadang konyol. Dia mengatakan ingin menjodohkanku dengan kakaknya yang masih single yang saat itu masih bekerja di Arab katanya. Apa-apaan sih dia ini, konyol banget bukan? “Jika aku tidak bisa denganmu, setidaknya kau tetap bisa dekat denganku, karena kamu dengan kakakku.” Aku terdiam. Terdiam karena bingung dengan jalan pikirannya dan sedih akan kata-katanya yang mengingatkanku pada saat lalu. “Centhunk…” aku segera melihat HPku. “Uppsshhh pesan multimedia.” Kataku sambil membuka dan menunggu download gambar tersebut. Tak lama setelah gambar berhasil aku buka, temanku mengirim pesan. “Gimana, tampan bukan? Itu foto kakakku saat mengikuti pelatihan militer di Bali. “Akhh… itu kan foto kamu. Mirip banget sama kamu kok.” Kataku tak percaya dengan katanya. “Beneran Ndy, itu kakakku namanya Ali. Kalau ndak percaya, aku kirimkan nomor HPnya ke kamu ya. Coba kamu hubungi!” dia berusaha meyakinkanku. Dan aku pun percaya tapi perkenalan itu hanya isapan jempol. Karena nyatanya aku tidak mau memulai perkenalan dengan kakaknya itu. Sampai sekarang dia dan semua temannya memanggilku dengan sebutan Nindy. Sebutan akrab mereka terhadapku. Kenapa begitu hanya kami yang tau :-D. Dan kini cerita masa lalu itu hidup kembali. Melewati sosok pria berumur 28 tahun yang bernama Ali. Karena dia ternyata adalah kakak dari Nafid. Temanku yang sampai sekarang kadang masih berkomunikasi denganku. Setelah satu jam aku ngobrol melalui telepon dengan Ali. Akhirnya telepon terputus dan percakapan pun usai. Aku segera menghidupkan laptopku dan mencari file foto yang pernah Nafid kirim kepadaku lewat pesan multimedia dahulu. Woww…! Dan ternyata foto itu masih ada tersimpan rapi dalam laptopku. Aku tersenyum melihat foto tersebut. Wajah mereka berdua sangat mirip. Bahkan suaranya, cara bercandanya pun mirip. Seperti pinang dibelah kapak. Hancur donk ya… Bahkan keduanya pun menjanjikan aku akan menraktirku saat bertemu nanti. Entahlah kenapa semua serba kebetulan ya sepertinya. Aku ingin segera tahu reaksinya ketika tahu bahwa rencana Nafid terdahulu terlaksana bukan melewati dirinya, namun justru berjalan melewati temannya. Rencana untuk memperkenalkan aku dengan kakaknya. Malam selanjutnya adalah malam Senin, mereka berdua benar-benar datang ke rumahku. Saat aku mengangkat HPku, mereka sudah berdiri di depan rumah. Mereka tak mengendarai motor seperti yang kukira. Haduh apa-apaan ini, aku jadi sungkan. Selepas itu mereka berdua memint izin kepada Bapakku untuk mengjak aku dan adikku jalan-jalan. Kami mampir ke toko Restu yang berada di alon-alon kota Blitar dan berlanjut ke tempat kuliner tahu lontong yang berada di jalan Lawu. Setengah jam sepertinya kami menunggu sampai akhirnya pesanan ada di depan mata. Segeralah kami santap sambil sesekali mengusap keringat di dahi karena kepedasan. Huhaahhh pedasnya mantaaappp…! Kemudian kami pulang karena sudah larut malam. Takut dimarahi leh bapak, akhirnya Mas Ali menancap gas mobilnya lebih kencang. Nah ada kisah apa lagi setelah ini aku pun tak tahu. Bagi para jomblo mungkin semua peluang ketika bertemu dengan seseorang, ia akan membuat hati berkata bahwa mungkinkah dia yang akan menjadi jodohku dalam waktu mendatang? Tak ada yang salah karena setiap manusia ingin merasakan kebahagiaan dan kasih sayang dari orang yang benar-benar mencintainya. Setiap peluang terlihat sebagai sebuah jalan untuk menemukan belahan hati. Pasti akan bertemu jodoh msingmasing namun kapan hal itu terjadi, itu rahasia Sang Pencipta Alloh SWT. Semoga kita para single segera menemukan belahan jiwa kita yang tepat. Amin. ***SEMUA AKAN INDAH PADA SAATNYA***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suka Duka dalam Rumah Tangga

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,  Hallloooo... selamat tahun baru 2021 semuanyaa.. semoga segala sesuatunya akan lebih baik daripada tahun sebelumnya.  Sudah 3 tahun blog ini tidak pernah terisi karena yang punya malas akut buat nulis.. Selama 3 tahun itu banyak kisah yang terlewati, baik suka maupun duka. Apa kabar buah si dedek yang kami?? Alhamdulillah dedek yang kita nanti sudah lahir, cowok... sekarang usianya 3 tahun lebih 2 bulan. Sudah aktif sekali tidak bisa diam. Bisa dibilang hiperaktif😂 Sudah 5 tahun berlalu semenjak pernikahan ini, dan cobaan pun melanda. Yang dikatakan orang dalam usia pernikahan 5 tahun pertama, rumah tangga akan diuji. Dannn itu pun terjadi pada kami... Doain ya semoga kami bisa melewatinya dan akan tetap menjadi keluarga yang solid. Aamiin. Intinya pihak ketiga datang saat kami dalam keadaan jenuh...  Salah satu apk telah membuat candu untuk selalu berselancar dalam dunia halu. Hingga akhirnya aku dan suami bertengkar he...

JOGJA, TERUKIR CERITA SAATKU BERSAMAMU

"Monggo Pak" sapa Intan dengan sopan kepada bapak satpam di hotel itu. Lalu ia menuju pintu keluar menuju ke pinggir jalan dan menengok ke arah jalan. Rupanya ia mencari seseorang yang sudah berjanjian dengannya untuk bertemu. Ia melayangkan pandang ke seluruh arah jalan yang ada di depannya, hingga ia menemukan seorang pria yang sedang asyik duduk di atas sepeda motornya dengan memainkan hpnya. Karena belum yakin dengan dugaannya, Intan memandangnya lama dengan harapan pria itu melambaikan tangannya. Dan benar sekali pria itu segera melambaikan tangannya dan menganggukkan kepalanya. Intan pun segera menghampirinya. Sesaat mereka berdua saling pandang dan tersenyum kemudian bersalaman. "Ehmm.. udah lama ya Mas nunggunya? Maaf tadi masih nunggu teman sekamar." Intan mengawali obrolan dengan rasa malu. "Iya ndak papa Mbak. Loh kamu ini ada acara apa to di hotel ini? Kok sampek lama seminggu. Itu acaranya ngapain aja?" Pria yang bernama Zaki itu bertanya deng...

Esai Gunung Kemukus

                            PUNCAK GUNUNG KEMUKUS YANG PENUH CERITA                                                              Oleh Siti Nurhasanah                    Mencengangkan bagi yang belum pernah mengetahuinya. Ada suatu kebudayaan yang aneh dan tidak wajar tetapi membudaya yang ditulis dalam cerpen yang berjudul Kembang Kemukus karya Karkono Supadi Putra. Budaya ini berasal dari Obyek Wisata Gunung Kemukus terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Ka...