Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

Mengulang rasanya mengagumi

Tadi malam tak menyangka bisa bertemu dengannya. malu-malu saat pertama bertemu. terurai senyum diantara kata yang terucap. Diam-diam kumelihat dia. pria yang dewasa sepertinya sudah mantap untuk mengarungi bahtera rumah tangga. kikuk saat memulai pembicaraan, menjaga sikap dan senyum malu-malu sebagai jurus pamungkasku. Tiba-tiba hujan turun lebat. kita berdua berteduh di atap gapura sebuah sekolah MAN. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB. Aku berpamitan dan menjabat tangannya. Tangannya sangat hangat, sehangat tatapannya padaku. Malam itu berakhir. Dan aku menantikan cerita selanjutnya.

Aku mengingatmu kembali.

Setelah aku berfikir, bukan tentang kamu atau aku yang salah. Tapi keadaan dan kesempatan yang kuambil, itu yang salah. Dan percayalah aku akan melupakannya. Karena aku tahu itulah yang akan membuatmu tersenyum. Kini aku hanya ingin dapat menemuimu seperti saat pertama bertemu. Hanya itu. Tapi seperseribu kesempatanpun sepertinya kamu tak akan mengabulkannya.

Sia-Sia

Ada kalanya aku hilang akal dan berfikiran bodoh. Bodoh sekali. Bayangkan saja betapa tidak bodoh jika sudah tahu tidak ada yang harus diperjuangkan kembali, namun masih saja aku ingin menulis pesan kepada dia yang sudah tidak lagi peduli denganku. Aku menulis ini saat terbersit ingatnanku dengannya, saat kangen dengannya. "Hai Lego Prasetyo bagaimana kabarmu? rasanya sudah aneh sekali menyapamu. kuharap kamu masih ingat denganku. terserah padamu sebagai apa sajalah. kurasa kamu tidak melupakan masalah kita bukan? atau memang kamu sudah melupakannya? begitukah? memang seperti  itulah harapanmu. dan selamat ya  kamu berhasil. aku hanya ingin itikat baik kamu menyikapi masalah yang terakhir antara kita. pertemuan terakhir kemarin apa ya maksudnya? tolong dijelaskan! tidak ada penyelesaian sama sekali. saya minta kamu untuk menyelesaikannya dengan cara yang baik. aku ingin mendengar secara langsung di depan mataku mau kamu apa. dan diselesaikan saat itu +uga. putus? oke putus a...

** Gara-Gara Sering Mbolang **

Geemmeess dehh... Gemes banget saat dibonceng sama teman yang ndak bisa mbalap. pengen tak gantikan aja, jadi aku yang nyetir hihihihhiiii... Ini nih efek samping kalau suka dibonceng sama pembalap.. Niru-niru juga deh jadi pembalap. Hahahahaaa.. Sejak ikut tim mbolang "Taman Asmoro" menjelajahi tempat wisata yang kebanyakan berada di sekitar Jawa Timur, aku jadi suka sekali ngebut. Jarak Blitar-Malang sekarang ibarat jarak yang tidak berarti apa-apa. Wuuusshhh.. syat syut salip sana salip sini. Becak, sepeda motor, mobil, pic up, truk, bison, dan bus lewat hahahaha.. Pagi, siang, dan malang tiada hambatan..

** Bukan Master of Badminton **

                                                            Cerita ini dimulai pagi hari saat aku berada di meja guru. 1 November 2012. Aku asik mempelajari aturan main bulu tangkis (badminton) karena ada pertandingan antar sekolah se-SMA kota Malang. Aku diajak guru olah raga. Oke aku jadi semangat untuk ikut. Saat asyik melihat dan membaca di laptop, tiba-tiba yang bernama Bu Rose muncul di depanku dan menanyakan seperti ini: "Mana meja Bu Indri?", sambil membawa kaos olah raga berwarna merah. Aku diam saja karena tercengang dan bingung. Jujur saja juga karena tidak tau yang mana yang bernama Bu Indri. "Ehhhmm Bu Indri Bahasa Indonesiakah Bu?", tanyaku pelan dengan wajah datar. "Bukan, yang satunya.", karena tidak sabar menunggu jawabanku beliau langsung tanya ke guru lain. "Di mana Bu tempat duduknya Bu Indri bahasa asing?", lalu...