Hanyalah sebagian luapan isi hati dari semua beban yang tak tahu harus kukatakan pada siapa. Dan ku memutuskan untuk mengatakannya lewat ketikan jemariku di lembar ini.Ini adalah saat-saat yang sebenarnya sangatlah tak patut untuk terjadi keributan, apalagi tetes air mata, tapi terkadang menyakitkan jika menimpa seseorang yang dalam rasa kerinduannya. Dan disinilah, para lelaki mengatakan seorang wanita sangatlah aneh dan sulit untuk dimengerti jalan fikirannya. Saat jauh dan tiada waktu untuk bertemu, wanita hanya ingin diberi perhatian dan kasih sayang yang lebih saat mereka saling berjauhan dengan pasangannya. Karena hati wanita sangat lembut, akan tertusuk rasanya hati bila merasa tak dihiraukan dan dimengerti.
Seperti diriku di malam ini, hati ini ingin rasanya menjerit dalam kepekatan malam. Di tengah malam ini, harapanku lagi-lagi terjawab dengan tetes-tetes butir bening yang menetes dari kedua mata ini. Menahan sekali lagi menahan rasa ini, tapi lagi-lagi tak kuasa dan tetes itu tumpah tak terasa menitik di bajuku. Perlu kamu tau, aku tidak manja!
Lagi-lagi tiap malam hanya berharap mendengar suaramu dari ujung telepon ini. Selalu kuberusaha membuka mataku dengan segala alasan yang mungkin tak cukup menjadi alasan untuk tetap membuka mata ini. Hanya ingin bermanja denganmu meskipun kita jauh, dengan cara yang hanya sederhana. Tapi taukah kamu, itu sangat membuatku bahagia dan bisa melewati tidurku dengan mimpi-mimpi indah dengan tersenyum manis.
Sakit rasanya hati ini dan bertambah sakit saat aku tak bisa mengatakan padamu apa yang kuinginkan. Karena aku terlalu angkuhnya ingin kau mengetahuinya dengan sendirinya apa mauku. Aku tau aku salah besar dengan jalan pikiranku. Dan sampai kini aku tetap keras kepala dan lebih memilih menahannya sendirian. Aku masih mampu dan jika ku tak mampu, aku akan mengatakannya padamu dengan memelas dan mengatakannya tepat di depan wajahmu. Mengatakan dengan penuh kejengkelan tentang tak mengertianmu atas apa yang aku alami selama ini.
Jarak akan membuat kita semakin rindu, dan rindu itu sangat menyiksaku, aku hanya ingat padamu, aku tak memperdulikan diriku. Kamu.. kamu yang kuingat paling dahulu dan selalu kuberusaha untuk mengetahui tiap kabar darimu, tiap detik, tiap jam, dan tiap harinya begitu setrusnya tanpa rasa bosan. Aku tak meminta upah apa-apa dari apa yang kulakukan itu. Hanya pengertian darimu untuk mengerti kerinduanku. Itu sudah cukup. Love you my luhply... semoga malam ini akan menjadi malam terakhir aku mengharap akan mendapatkan ucapan selamat malammu yang hangat sebelum lelapku. Tetes air mata ini semoga tak sia-sia ku korbankan untukmu…. Good Night. Sweet dreams..
Aku di sini akan terjaga malam ini meratapi kesedihanku yang takkan kubagi pada siapapun. Aku hanya ingin menikmatinya sendirian di tengah malam ini dan tidak ada seorangpun yang menggagu, juga kau. Aku tak bisa tidur malam ini. Entah sampai berapa lama ku sanggup membuka mata ini memandang hampa dengan helaan nafas yang berat. Mungkin sudah cukup tulisan tak jelas ini. Mataku sudah buram menatap layar komputer ini untuk mengetik karena tertutup air mata yang mengalir.
Seperti diriku di malam ini, hati ini ingin rasanya menjerit dalam kepekatan malam. Di tengah malam ini, harapanku lagi-lagi terjawab dengan tetes-tetes butir bening yang menetes dari kedua mata ini. Menahan sekali lagi menahan rasa ini, tapi lagi-lagi tak kuasa dan tetes itu tumpah tak terasa menitik di bajuku. Perlu kamu tau, aku tidak manja!
Lagi-lagi tiap malam hanya berharap mendengar suaramu dari ujung telepon ini. Selalu kuberusaha membuka mataku dengan segala alasan yang mungkin tak cukup menjadi alasan untuk tetap membuka mata ini. Hanya ingin bermanja denganmu meskipun kita jauh, dengan cara yang hanya sederhana. Tapi taukah kamu, itu sangat membuatku bahagia dan bisa melewati tidurku dengan mimpi-mimpi indah dengan tersenyum manis.
Sakit rasanya hati ini dan bertambah sakit saat aku tak bisa mengatakan padamu apa yang kuinginkan. Karena aku terlalu angkuhnya ingin kau mengetahuinya dengan sendirinya apa mauku. Aku tau aku salah besar dengan jalan pikiranku. Dan sampai kini aku tetap keras kepala dan lebih memilih menahannya sendirian. Aku masih mampu dan jika ku tak mampu, aku akan mengatakannya padamu dengan memelas dan mengatakannya tepat di depan wajahmu. Mengatakan dengan penuh kejengkelan tentang tak mengertianmu atas apa yang aku alami selama ini.
Jarak akan membuat kita semakin rindu, dan rindu itu sangat menyiksaku, aku hanya ingat padamu, aku tak memperdulikan diriku. Kamu.. kamu yang kuingat paling dahulu dan selalu kuberusaha untuk mengetahui tiap kabar darimu, tiap detik, tiap jam, dan tiap harinya begitu setrusnya tanpa rasa bosan. Aku tak meminta upah apa-apa dari apa yang kulakukan itu. Hanya pengertian darimu untuk mengerti kerinduanku. Itu sudah cukup. Love you my luhply... semoga malam ini akan menjadi malam terakhir aku mengharap akan mendapatkan ucapan selamat malammu yang hangat sebelum lelapku. Tetes air mata ini semoga tak sia-sia ku korbankan untukmu…. Good Night. Sweet dreams..
Aku di sini akan terjaga malam ini meratapi kesedihanku yang takkan kubagi pada siapapun. Aku hanya ingin menikmatinya sendirian di tengah malam ini dan tidak ada seorangpun yang menggagu, juga kau. Aku tak bisa tidur malam ini. Entah sampai berapa lama ku sanggup membuka mata ini memandang hampa dengan helaan nafas yang berat. Mungkin sudah cukup tulisan tak jelas ini. Mataku sudah buram menatap layar komputer ini untuk mengetik karena tertutup air mata yang mengalir.
jika semua terjadi karena tidak adanya kata terucap, maka coba ucapkanlah... walau mungkin itu akan sedikit menurunkan yang namanya gengsi, tapi setidaknya lebih baik salah karena bicara daripada salah karena diam... >.<
BalasHapusiya mbak nge :-) **telat balesnya. :-D
BalasHapus