Dua tahun cintaku tertutup dengan amarah. Menutup diri dari segala urusan yang disebut cinta dan laki-laki. Menganggap semua adalah sama, tanpa rasa. Saat-saat itu terasa baik-baik saja pada awalnya, namun lama-kelamaan terasa ada yang kurang juga dalam cerita hidupku. Rasa itu membuat diri ini berpikir untuk mencoba membuka celah di hati. Mencoba mengenal dan dekat dengan laki-laki. Kurasa waktu yang kuputuskan untuk sendiri alias menjomblo sudah saatnya diakhiri. Hehehe… mungkin memang seharusnya begitu. Cerita ini tentang seseorang, yang belum lama kukenal, yang sehari-hari mengisi lembar kosong yang sempat terabaikan. Tepat pada tanggal 7 Juni 2014 pada pukul 19.18 WIB ia menyapaku di whatsapp, memperkenalkan dirinya sebagai temannya temanku saat di bangku SMA. Karena jelas asalnya, kupikir untuk membalas pesannya. Biasa da...
Kisah yang sayang untuk dilupakan begitu saja hingga kutulislah sepenggal kisah pada blog ini.