75 hari yang lalu tidak bisa kulupakan. Bukan karena aku berusaha mengingatnya, tetapi mungkin karena ingatanku yang terlalu kuat. Tanpa terbayangkan adu mulut yang selama ini kita berdua lakukan, malam itu menjadi pertengkaran terakhir yang sangat hebat. Pertengkaran yang mungkin tidak akan pernah ada lagi di antara kita berdua. Masalah yang benar-benar sudah tidak ada jalan keluar menurutnya. Tawaran-tawaranku pun ditolaknya. Terkejut. Aku benar-benar tidak menyangk a dia akan mengatakan kata-kata itu dari mulutnya. Sesak. Dadaku sesak dan tangisku semakin terisak. Bantal yang menjadi saksi malam itu, basah oleh air mataku yang mengucur tiada henti. Aku takut, sangat takut kehilangan dia. Aku butuh sesosok pria yang mendukungku dan ada di sisiku saat itu, dan hari itu aku sangat membutuhkannya. Namun dia rupanya tak ingin sedikitpun menghiraukan buj...
Kisah yang sayang untuk dilupakan begitu saja hingga kutulislah sepenggal kisah pada blog ini.