Langsung ke konten utama

Postingan

Korban Adat

Ini adalah cerita Ana dan tetek bengek adat jawa yang membuat ia dan seorang laki-laki yang ia kasihi ke dalam situasi yang rumit. Niat awal mau bersikap masa bodoh dengan hal itu, akan tetapi tak semudah niatan hatinya. Ya... Ini adalah kisah cinta yang kandas (kembali), setelah mencoba membangunnya dengan sangat hati-hati. Niatan positif thingking dan saling menguatkan satu sama lain akhirnya seperti dua tali tak berujung. Cerita ini berawal bulan Maret akhir 2015. Ia sedang dalam keadaan berkabung dan kebetulan ada teman yang berniat baik untuk mengenalkan dengan kerabatnya. Ia pun menyambut baik niat temannya itu, ia pikir tidak ada salahnya, siapa tau laki-laki yang temannya kenalkan adalah jodohnya Cerita ini berlanjut, hingga ia berkenalan dengan laki-laki tersebut. Namanya adalah Saif M. Hari-harinys yang kosong diisi oleh laki-laki kelahiran 1890 itu. Ia mulai bisa tersenyum dan mengurai kesedihan yang ia rasakan dengan perlahan. Alhamdulillah... Laki-laki itu adalah ses...

Mengenangmu, Kekasihku

Pagi ini aku tidak ada jadwal mengajar di SMP maupun MTs. Sengaja aku berniat untuk tidak kemana-mana, bermalas-malasan seusai menyelesaikan pekerjaan seputar rumah. Aku mendengarkan lagu korea yang lirik lagunya begitu menyayat hati.. Aku teringat itu adalah ost. Drama korea berjudul "49 Days" yang ceritanya menguras air mataku saat menonton. Sayang film di laptopku sudah aku hapus. Dan aku hanya bisa memutar ulang sambil meresapi liriknya dan mencari liriknya beserta artinya di google. Kubaca perlahan dan isinya sesuai dengan yang kurasakan saat ini kepadamu sayang...  Aku rindu senyummu, aku rindu usilmu, aku rindu pelukan hngatmu, aku rindu semua tentangmu.. Bagaimana aku hrus meluapkan semua itu??? Aku hanya bisa menarik napas panjang dengan rasa yang tak karuan... Berucap ikhstigfar...  Aku ingin tahu, apa kamu di sana sedang melihat aku? Atau bahkan kamu berada di dekatku dan kasihan dengan keadaanku yang kurang semangat ini? Aku sedih jika mengingatmu... H...

Foto kenangan kita ^_^

Kenangan

Sayang.. mulai kemarin aku penasaran dengan berita yang dimuat di internet. Mungkin ada yang bisa kutemukan tentang dirimu di sana. Benar... Aku mendapatkan satu beritamu termuat di facebook. Juga fotomu yang terbaring di tengah jalan. Maaf, aku sudah gila. Aku hanya mengikuti kata hatiku. Kamu tahu kan, jika aku berkeinginan, aku pasti akan berudaha mendapatkan keinginanku itu bagaimanapun caranya. Lega, sedih, marah, tertawa, tertegun? Aku tak tahu rasanya. Rasanya hati ini sudah mati rasa. Inilah berita itu sayang.. Aku hanya ingin mengetahui berita terakhirmu.. Maaf, aku memang sudah hilang akal... "Kecelakaan terjadi pada Selasa 6 Januari 2015 sekitar pukul 08.40 WIB di Depan Pondok Pesantren Nurul Ulum jalan ciliwung nomor 56 Kota Blitar. Kejadian itu bermula ketika satpam dari pondok pesantren nurul ulum yang menyeberangkan santri. Kemudian datang dari arah utara truk pengangkut pasir dengan kecepatan cukup tinggi, mengerem secara mendadak untuk menghindari adanya ben...

In memorial

Mas Budi sayang, hari ini dua hari kamu pergi ke pangkuan Yang Maha Kuasa. Aku masih ingat, kemarin aku melihatmu tertidur di dalam peti. Aku tak bisa melihat wajahmu untuk terakhir kali. Hatiku lebih tercabik saat melihat dua kembar mayang diletakkan disampingmu. Aku mau marah, tapi aku tak tahu harus marah pada siapa?? Badanku lemas sayang, aku tertatih berjalan mengantarmu ke liang lahat. Doa kupanjatkan sebisaku, mengikuti bimbingan doa yang terucap. Semoga kamu tenang di alam sana. Sungguh, aku rela, hanya saja butuh waktu untuk itu. Jangan cemaskan aku. Hari ini aku ke kelurahanmu, bukan mengurus surat keperluan untuk kita. Tetapi hanya suratmu saja. Meski berat aku tetap melangkah ke ruangan itu. Petugas itu menanyakan keperluanku datang dan dengan berat hati aku harus menjawab bahwa aku mau mencari surat keterangan meninggal dan surat belum menikah atas namamu. Di rumah sakit, aku juga mondar mandir mencari surat keterangan untukmu, surat keterangan... "kematian...

Kasihku Nyangkut di Kamu

Dua tahun cintaku tertutup dengan amarah. Menutup diri dari segala urusan yang disebut cinta dan laki-laki. Menganggap semua adalah sama, tanpa rasa. Saat-saat itu terasa baik-baik saja pada awalnya, namun lama-kelamaan terasa ada yang kurang juga dalam cerita hidupku.              Rasa itu membuat diri ini berpikir untuk mencoba membuka celah di hati. Mencoba mengenal dan dekat dengan laki-laki. Kurasa waktu yang kuputuskan untuk sendiri alias menjomblo sudah saatnya diakhiri. Hehehe… mungkin memang seharusnya begitu.              Cerita ini tentang seseorang, yang belum lama kukenal, yang sehari-hari mengisi lembar kosong   yang sempat terabaikan. Tepat pada tanggal 7 Juni 2014 pada pukul 19.18 WIB ia menyapaku di whatsapp, memperkenalkan dirinya sebagai temannya temanku saat di bangku SMA. Karena jelas asalnya, kupikir untuk membalas pesannya. Biasa da...

JOGJA, TERUKIR CERITA SAATKU BERSAMAMU

"Monggo Pak" sapa Intan dengan sopan kepada bapak satpam di hotel itu. Lalu ia menuju pintu keluar menuju ke pinggir jalan dan menengok ke arah jalan. Rupanya ia mencari seseorang yang sudah berjanjian dengannya untuk bertemu. Ia melayangkan pandang ke seluruh arah jalan yang ada di depannya, hingga ia menemukan seorang pria yang sedang asyik duduk di atas sepeda motornya dengan memainkan hpnya. Karena belum yakin dengan dugaannya, Intan memandangnya lama dengan harapan pria itu melambaikan tangannya. Dan benar sekali pria itu segera melambaikan tangannya dan menganggukkan kepalanya. Intan pun segera menghampirinya. Sesaat mereka berdua saling pandang dan tersenyum kemudian bersalaman. "Ehmm.. udah lama ya Mas nunggunya? Maaf tadi masih nunggu teman sekamar." Intan mengawali obrolan dengan rasa malu. "Iya ndak papa Mbak. Loh kamu ini ada acara apa to di hotel ini? Kok sampek lama seminggu. Itu acaranya ngapain aja?" Pria yang bernama Zaki itu bertanya deng...