Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kisahku

Rezeki Calon Buah Hati Pertama

Edisi pengen nulis di blog ini lagi sebagai pertanda bahwa masih ada kehidupan kok di sini. Banyak kisah yang belum tertulis karena sibuk ini dan itu, alahhh sok sibuk yang bener. 😁 Ini ceritanya mau ngomongin perasaan menanti si dedek utun yang di dalem perut. Sebagai calon ibu untuk anak pertama ini sangat luar biasa. Bagi ibu yang sudah menanti kelahiran anaknya untuk kesekian kalinya beda lah ya. Ceritanya mundur sedikit dari awal setelah menikah, kita... maksudnya aku, minta sama suami untuk menunda dulu memiliki momongan. Loh kok aneh? Ya tiap pasangan beda-beda dong rencananya dalam menjalani rumah tangganya. Bukan apa-apa, aku pikir karena kami masih long distance relationship / LDR Blitar-Malang. Akunya yang belum rela melepaskan pekerjaan di ketiga tempat sekaligus yang setiap harinya mewajibkanku untuk menyusuri jalan aspal dengan kuda besiku. *** Perjuangan pengen hamil. Ketika aku menulis ini, usia pernikahan kami sudah hampir 2 tahun, di bulan kelahiranku, bulan ...

Hanya satu kata: Aigoo..

Menggeliat dan menarik nafas dalam-dalam sebelum membuka mata saat bangun tidur adalah ritual yang tak pernah terlupa olehku. Pagi itu aku akan berangkat untuk pertama kalinya menuju tempat kerjaku. Banyak yang mengatakan tempat tersebut sangat jauh dari rumahku. “Tapi tekatku sudah bulat.” kataku dalam hati. Aku pun bangun pagi karena tidak ingin membuat kesan tidak baik saat pertama memperlihatkan diri di tempat kerjaku. Karena jika tak ada jam kerja, setiap pagi aku selalu sengaja bangun siang. Biar pun ibu berteriak-teriak menyuruhku bangun, aku tetap saja menikmati tidurku. Hahahaha… benar-benar tak patut dicontoh pemirsa. Jangan coba-coba di rumah ya! Aku pun segera mencari hand phone (HP)-ku, dengan cepat meraba ke samping kanan dan kiri, dari bawah bantal sampai di bawah selimut namun tak kutemukan juga. Nah akhirnya kutemukan tertindih di bawah badanku. Kasian sekali, andai saja benda itu bisa bersuara, pasti sudah berteriak-teriak. Setelah melihat jam dal...

Malam Minggu

Malam ini adalah malam Minggu. Biasanya nih ya malam yang paling.menyenangkan di mata pasangan muda mudi dari zaman dahulu sampai sekarang. Meskipun aku lagi ndak punya pasangan, tapi tetep happy aja tuch.. Ndak percaya? Oke kuceritain nih ya tadi sore akusama bulik muter-muter di kawedanan. yang paling lucu itu saat radi bulik ketemu sama nenek gila dan mau dipukul. Eh jadinya kejar-kejaran deh.. hahahaa... Ehmm terus ndak tau ya kok rasanya seneng banget motoran ke mana-mana tanpa kepikiran bensin. Abis gratis sih hohoho.. pokoknya makasih ya bapak kepala pom buat bensinnya yang sampe luber.. :-DMie ayam solo di lodoyo ndak kalah serunya. Nikmati mie ayam di tambah sambel super pedasnya bikin mulut njebor dah... kesalahan kenapa aku pesan minumnya juga teh panas. Sip tambah panas.. Mantap jaya sampai keringat mengalur kesana kemari. Abis tuh pulang bungkusin mie ayamnya buat adik, ibu, sama bapak. Sampai rumah kulanjut deh ngemil sama kuaci. Alamak ndak berhenti-berhenti tuh nyemil...

Mengulang rasanya mengagumi

Tadi malam tak menyangka bisa bertemu dengannya. malu-malu saat pertama bertemu. terurai senyum diantara kata yang terucap. Diam-diam kumelihat dia. pria yang dewasa sepertinya sudah mantap untuk mengarungi bahtera rumah tangga. kikuk saat memulai pembicaraan, menjaga sikap dan senyum malu-malu sebagai jurus pamungkasku. Tiba-tiba hujan turun lebat. kita berdua berteduh di atap gapura sebuah sekolah MAN. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB. Aku berpamitan dan menjabat tangannya. Tangannya sangat hangat, sehangat tatapannya padaku. Malam itu berakhir. Dan aku menantikan cerita selanjutnya.

** Bukan Master of Badminton **

                                                            Cerita ini dimulai pagi hari saat aku berada di meja guru. 1 November 2012. Aku asik mempelajari aturan main bulu tangkis (badminton) karena ada pertandingan antar sekolah se-SMA kota Malang. Aku diajak guru olah raga. Oke aku jadi semangat untuk ikut. Saat asyik melihat dan membaca di laptop, tiba-tiba yang bernama Bu Rose muncul di depanku dan menanyakan seperti ini: "Mana meja Bu Indri?", sambil membawa kaos olah raga berwarna merah. Aku diam saja karena tercengang dan bingung. Jujur saja juga karena tidak tau yang mana yang bernama Bu Indri. "Ehhhmm Bu Indri Bahasa Indonesiakah Bu?", tanyaku pelan dengan wajah datar. "Bukan, yang satunya.", karena tidak sabar menunggu jawabanku beliau langsung tanya ke guru lain. "Di mana Bu tempat duduknya Bu Indri bahasa asing?", lalu...

Berakhir Cinta, Bukan Berarti Berakhir Segalanya

75 hari yang lalu tidak bisa kulupakan. Bukan karena aku berusaha mengingatnya, tetapi mungkin karena ingatanku yang terlalu kuat. Tanpa terbayangkan adu mulut yang selama ini kita berdua lakukan, malam itu menjadi pertengkaran terakhir yang sangat hebat. Pertengkaran yang mungkin tidak akan pernah ada lagi di antara kita berdua.             Masalah yang benar-benar sudah tidak ada jalan keluar menurutnya. Tawaran-tawaranku pun ditolaknya. Terkejut. Aku benar-benar tidak menyangk a dia akan mengatakan kata-kata itu dari mulutnya. Sesak. Dadaku sesak dan tangisku semakin terisak. Bantal yang menjadi saksi malam itu, basah oleh air mataku yang mengucur tiada henti.             Aku takut, sangat takut kehilangan dia. Aku butuh sesosok pria yang mendukungku dan ada di sisiku saat itu, dan hari itu aku sangat membutuhkannya. Namun dia rupanya tak ingin sedikitpun menghiraukan buj...

Mutasi Ruang PPL

Hmmmm.... hari ini suasana semakin semrawut ketika semua bapak dan ibu praktikan PPL di SMPN 2 MALANG dimutasi di ruang yang lebih sempit dikarenakan akan ada UAS siswa kelas 9. Sehingga kita semua merasa tidak nyaman "apalagi yang merasa BIG" hihihihi.... Tapi suasana mulai terkondisi ketika datang 2 bapak petugas yang menawarkan untuk menata ulang bangku untuk kami... Sehigga sekarang suasana sudah agak "mendingan" Nah ini nich diantaranya foto kita yang narsis disela kesibukan di SMPN 2 MALANG...

Snack Menggodaku Sial Melanda

Cerpen dari Kisah Nyataku Photo kita berdua bersama snack. Aku (sebelah kiri) dan temanku bernama asli Dike (sebelah kanan)             Udara pagi di hari minggu itu memanjakan tubuhku yang sedang terlelap dalam buaian mimpi. Sehelai selimut yang menyelimutiku terasa hangat meskipun tak begitu tebal. Mata terasa berat untuk terbuka dan tubuh terasa berat untuk meninggalkan ranjang. Sama halnya dengan temanku yang terkulai dengan lelapnya di ranjang tepat di atasku yang menikmati tidurnya. Karena  terlalu lelah dengan kegiatan kita yang padat dengan jadwal-jadwal kegiatan di tiap harinya.  Mulai hari Kamarku sangat sempit, kurang lebih berukuran 2,5 meter persegi itu pun ditempati bertiga. Yang satu di ranjang atas dan yang dua tidur di ranjang bawah. Keadaan almari yang juga sangat menenaskan, satu almari untuk bertiga, yang seharusnya tidak cukup,namun harus pintar-pintar berbagi.  Tak terasa waktu sudah m...