Langsung ke konten utama

Postingan

JOGJA, TERUKIR CERITA SAATKU BERSAMAMU

"Monggo Pak" sapa Intan dengan sopan kepada bapak satpam di hotel itu. Lalu ia menuju pintu keluar menuju ke pinggir jalan dan menengok ke arah jalan. Rupanya ia mencari seseorang yang sudah berjanjian dengannya untuk bertemu. Ia melayangkan pandang ke seluruh arah jalan yang ada di depannya, hingga ia menemukan seorang pria yang sedang asyik duduk di atas sepeda motornya dengan memainkan hpnya. Karena belum yakin dengan dugaannya, Intan memandangnya lama dengan harapan pria itu melambaikan tangannya. Dan benar sekali pria itu segera melambaikan tangannya dan menganggukkan kepalanya. Intan pun segera menghampirinya. Sesaat mereka berdua saling pandang dan tersenyum kemudian bersalaman. "Ehmm.. udah lama ya Mas nunggunya? Maaf tadi masih nunggu teman sekamar." Intan mengawali obrolan dengan rasa malu. "Iya ndak papa Mbak. Loh kamu ini ada acara apa to di hotel ini? Kok sampek lama seminggu. Itu acaranya ngapain aja?" Pria yang bernama Zaki itu bertanya deng...

Hanya satu kata: Aigoo..

Menggeliat dan menarik nafas dalam-dalam sebelum membuka mata saat bangun tidur adalah ritual yang tak pernah terlupa olehku. Pagi itu aku akan berangkat untuk pertama kalinya menuju tempat kerjaku. Banyak yang mengatakan tempat tersebut sangat jauh dari rumahku. “Tapi tekatku sudah bulat.” kataku dalam hati. Aku pun bangun pagi karena tidak ingin membuat kesan tidak baik saat pertama memperlihatkan diri di tempat kerjaku. Karena jika tak ada jam kerja, setiap pagi aku selalu sengaja bangun siang. Biar pun ibu berteriak-teriak menyuruhku bangun, aku tetap saja menikmati tidurku. Hahahaha… benar-benar tak patut dicontoh pemirsa. Jangan coba-coba di rumah ya! Aku pun segera mencari hand phone (HP)-ku, dengan cepat meraba ke samping kanan dan kiri, dari bawah bantal sampai di bawah selimut namun tak kutemukan juga. Nah akhirnya kutemukan tertindih di bawah badanku. Kasian sekali, andai saja benda itu bisa bersuara, pasti sudah berteriak-teriak. Setelah melihat jam dal...

My Partner But Like My ......

Hai sobat.. Lama sekali aku ndak nulis di sini. Sok sibuk gitu deh.. Aku punya seklebat unek-unek yang pengen kupublish daripada jadi udun di |maaf ya nyuwun sewu| pantat. Yep cerita ini tiba-tiba nongol saat baca postingan temen di twitter RT @nene_jeyek: jangankan ketemu kamu, sandalku jejer sandalmu aku sudah BAHAGIA Setelah baca tulisan itu aku ketawa cekikikan. Abisnya lucu banget sih sampek OVJ kalah hahahahhaa... Beberapa detik kemudian aku berhenti tertawa dan mimik wajahku berputar 180° dalam sejenak... Sejenak saja tapinya, ndak lama kok Mau tau kenapa? Itu karena tanpa sadar aku baru saja kemarin itu yang kulakukan di sudut ruangan yang sampek saat ini masih kuingat. Haiiissshhh... Parah banget dah... Biasanya aku berangkat kerja bareng dia, ngobrol ke samping kanan dan ke samping kiri. Kadang malah ke bawah kadang juga ke atas. Nah loh ndak bisa bayangin kan? Sudahlah ndak usah dibayangin. Konsen aja sama ceritaku hohooo... Next... Siang itu dia ndak masuk, ak...

Harapan Tiada Penghujung

Biarlah.. Aku rela kini di dekatmu demi melihat tiap mimik wajahmu.. Biarlah.. hatiku rela sedikit teriris saat tau kenyataan tak sesuai harapan Biarlah.. aku masih ingin bersenda gurau denganmu menikmati keceriaan bersamamu... Biarlah.. aku akan menjauh jika tak kuat rasa ini bertepuk sebelah tangan.. Tatapan dan senyumku kan mengiringi langkahku menjauh darimu 05/06/3013

Tank's to All this Story

Aku sudah berandai-andai suatu saat kan kau tinggalkan. Malah aku sudah membayangkan juga, bagaimana ekspresiku jika saat itu benar terjadi. Sehingga sebenarnya saat itu benar terjadi, aku hanya harus berusaha mengikhlaskanmu pergi dari sisiku. Selama itu, aku hanya punya satu sesal. Penyesalan karena telah menjalin suatu hubungan denganmu. Kini, aku benar-benar bersyukur bisa menjauh darimu. Tentu karenamu juga, karena kamu yang memulainya. Terima kasih telah membantuku melepaskanku dari sisimu.

Nice Moment

....................................................... Ali bru ja rda,, cni mlh deres banget hujne,,, maaf,,kira2x q tlp pyn blh gk,,klu blh q tlp,klu gk blh ya gk jdi,, Hehehehe 21:35, 22 Mar 2013 Iya blh… 21:46, 22 Mar 2013 *** Beberapa menit kemudian hand phone-ku berbunyi. Aku hanya melihatnya beberapa saat dan segera mengangkatnya. “Hallo, Assalmualaikum.” Suaranya malam ini untuk pertama kalinya aku dengarkan. Aku segera membalas salamnya. “Waalaikumsaaalaam…” Aku terbata dengan rasa bercampur aduk terhadapnya. Ya pastinya aku masih bertanya-tanya tentang jati dirinya yang sebenarnya. Dia memperkenalkan diri seolah-olah kita baru pertama kali bercakap-cakap. Tapi sebenarnya beberapa hari sebelumnya, sekitar satu minggu sebelumnya perkenalan dingin kami dimulai. Tiba-tiba ada sebuah pesan dari nomor tak dikenal masuk dalam layar HP. Aku ragu-ragu membukanya karena ini bukan hal pertama kali nomor ise...

Pengalaman Mengesankan

Kisah ini bermula dari tontonan di televisi (tv), aku sudah lupa apa acaranya siang itu. Tiba-tiba  adikku yang biasa aku panggil dengan nama Susi, menoleh padaku dan mengatakan sesuatu. "Mbak, aku mempunyai cerita . Aku loh sewaktu kecil pernah mengambil uang milik ibu di atas kulkas." katanya sambil nyengir. "Loh iya ta, Dik? Terus gimana?" desakku karena ingin mengetahui lebih lanjut cerita dia. "Oke-oke aku cerita ya, dengarkan!" tukasnya saat akan memulai cerita. Aku pun menyimak ceritanya. Dia bercerita bahwa sewaktu kecil, saat berumur empat tahun seingat dia. Dia terlalu banyak melihat iklan snack di tv, yang membuatnya menjadi kepengen ngemil. Nah dia tau kalau biasanya ibu menaruh uang di atas kulkas di bawah taplak yang menutupi bagian atas kulkas. Nah benar sekali disitu dia melihat selembar uang Rp 20.000, 00. Kemudian dia mengambilnya dan menuju ke rumah temannya untuk mengajak mereka membeli jajan. "Ayo beli jajan Mbak Sari?"...